Selasa, 19 April 2011

Menjadi Manusia yang bermanfaat

Menjadi Manusia yang bermanfaat


Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni). Sudahkah kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan Seberapa manfaatkah diri kita saat ini bagi orang lain di sekeliling kita? Mungkin itulah pertanyaan yang seharusnya menjadi pengisi benak kita setiap hari, agar menjadikan kita memiliki motivasi lebih dari hari ke hari untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan menjadi pribadi yang menjadi paling baik yaitu menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain seperti disebutkan Rosululloh dalam hadits diatas. Jikalau diibaratkan sebagai suatu benda, semakin tinggi nilai manfaat benda tersebut maka semakin berharga untuk kita miliki dan kita akan merasa sangat kehilangan jika benda itu hilang dari kita, begitu juga dengan manusia, semakin tinggi nilai manfaat dirinya bagi orang lain maka akan semakin bernilai dirinya dihadapan manusia yang lain, 


jangan sampai adanya kita di dalam keluarga atau dalam hidup bermasyarakat tidak mempunyai nilai apa-apa sehingga ketika kita meninggal mereka tidak merasa kehilangan kita. Dan manusia dengan anugerah akal dari Alloh Azza wa jalla masih terus dan selalu mempunyai kesempatan serta waktu untuk meninggikan nilai manfaatnya bagi manusia yang lain entah itu dalam lingkup yang paling kecil yaitu dalam sebuah keluarga sampai lingkup yang besar yaitu ummat, bangsa dan negara.

    Sering kali kita ditanyakan arti sebuah kesuksesan, sering kali kita ditanyakan sebuah keberhasilan, sering kali pula kita ditanyakan kepedulian yang sudah kita lakukan. Apakah arti kesuksesan tersebut, apakah menjadi seorang Dirut, menjadi pengusaha kaya raya dengan harta 10 trilyun dan istri 10, ataukah menjadi orang yang menjadi pegangan oleh orang banyak.
Sering kali kesuksesan dan kekayaan menjadi tipuan, tidak hanya bagi orang lain, tetapi bagi kita sendiri. Mudah-mudahan kesuksesan yang akan diraih merupakan kesuksesan yang hakiki.   Memiliki tujuan untuk keadilan dan kebajikan. Ikhlas dalam melakukan sesuatu, menghindari tujuan-tujuan yang justru akan menghilangkan pahala dan manfaat dari apa yang kita lakukan, misalnya pengen ngeksis, populer, dipuji orang dsb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. Pendidikan Agama Islam | Pendidikan Sosial | Motivasi Pendidikan . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by SmartBrains . Published by Zee