Minggu, 17 April 2011

Malaikat dan Manusia

Malaikat dan Manusia

Maksud keutamaan atau kemuliaan di sini adalah antara malaikat dan seorang mukmin yang sholih seperti para nabi dan wali Allah. Sebagaimana Allah mensifati mereka dengan firman-Nya:
“Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al A’rof: 179)
Dalam hal ini pensyarah Thohawiyah mengutamakan orang sholih dan para nabi dari malaikat. Sedangkan orang mu’tazilah mengutamakan malaikat. Sebagian mereka mengutamakan para nabi dan para wali dan sebagian lainnya tawaqquf (tidak berpendapat). Setiap mukmin lebih mulia dari malaikat.”
Dalil mereka yang mengutamakan orang sholih
Sesungguhnya Allah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepada Adam. “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al Baqoroh: 34)
Sesungguhnya Adam diciptakan dengan tangan-Nya dan malaikat diciptakan lewat kalimat-Nya.
Ketika Allah bertanya kepada malaikat tentang nama-nama mereka tak dapat menjawabnya. Mereka mengakui bahwa mereka tidak mengetahui hal itu maka Adam pun menjelaskan kepada mereka. Allah berfirman:

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu” (Al Baqoroh: 31-33)
Ketaatan manusia lebih berat. Dan yang lebih berat maka lebih mulia. Sedangkan malaikat tidak memiliki semua itu.
Allah membanggakan ahlu iman dan tho’at di depan malaikatnya apabila melaksanakan kewajiban yang telah ditetapkan kepada mereka. Dia berfirman, “Lihatlah kepada hambaku, mereka mendatangiku dengan rambut kusut dan berdebu.”
Dalil mereka yang mengutamakan malaikat
Mereka berdalil dengan firman Allah dalam hadits qudsi:
“Barangsiapa yang mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, dan barangsiapa mengingatku di malaikat yang kusebutkan maka Aku akan mengingat mereka dalam malaikat yang lebih baik dari mereka.”
Mereka berdalil anak adam (manusia) memiliki kekurangan dan keterbatasan. Dan mereka sering tergelincir dan dosa.
Mereka berdalil dengan firman Allah:
Katakanlah: “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Allah menghidupkan mereka dan mengkhususkan mereka dengan kedekatan kepadanya. Dan mendapat kemuliaan. Mereka merasakan kesenangan dengan melihat wajah-Nya, dan malaikat menjadi pelayan mereka dengan izin Allah.
Malaikat lebih mulia apabila dilihat dari awalnya. Sesungguhnya malaikat sekarang di dekat Allah. Mereka bersih dari apa-apa yang dikerjakan oleh anak Adam. Mereka sibuk dengan ibadah. Dan tidak diragukan bahwa keadaan mereka lebih sempurna daripada keadaan manusia. Ibnu Qoyyim al Jauziyyah berkata, “dengan rincian seperti ini maka jelaslah rahasia pengutamaan antara manusia dan malaikat. Kedua dalil dari masing-masing kelompok dapat disatukan sesuai dengan haknya masing-masing. Pengetahuan malaikat tentang manusia?
Sebetulnya menurut saya gaya bahasa dan alur cerita yang disuguhkan dalam al-Quran sungguh “beda” dengan cerita-cerita lainnya. ; Padahal kami selalu bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ? – Qs. 2 al-Baqarah : 30. Tidak serta merta menyatakan bahwa malaikat mengetahui tafsir masa depan manusia yang akan saling berbunuhan karena telah ada ‘contoh’ mahluk serupa manusia yang telah berbunuhan. Bisa jadi setelah Allah SWT firmankan akan menciptakan khalifah dibumi, Allah jelaskan kepada malaikat tentang makhluk yang akan diciptakannya itu berikut sifat dan karakteristiknya (termasuk kemampuan manusia untuk “menumpahkan darah”) (fragmen inilah yang tidak diceritakan al-quran!!) baru kemudian malaikat bertanya Kenapa Engkau hendak menjadikan dibumi itu orang yang akan membuat kerusakan didalamnya dan menumpahkan darah ? Demikianlah pendapat saya, karena malaikat tidak mengetahui sesuatu selain yang diajarkan Allah SWT ’Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami’ ; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. Pendidikan Agama Islam | Pendidikan Sosial | Motivasi Pendidikan . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by SmartBrains . Published by Zee