Selasa, 22 Maret 2011

Tentang Yahudi

Tentang Yahudi

Dijajah, dibantai dan ditindas oleh orang-orang Yahudi. Sejarah Yahudi Madinah
 
Menurut sejarah orang-orang Yahudi adalah keturunan Israil. Setelah itu mereka hidup dibawah kekuasaan Fir’aun. Mereka ditindas, dibunuh dan diintimidasi. Akhirnya berkat pertolongan Nabi Musa mereka berhasil keluar dari Mesir dan kembali ke Palestina.

Allah swt berfirman: “Dan (Ingatlah) ketika kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan” (QS Al Baqarah [2]: 49-50).

Setelah Nabi llyasa wafat, mulailah keadaan dan kehidupan mereka menjadi kacau balau, kocar-kacir dan tidak kaaian. Ajaran Taurat mulai mereka tinggalkan sehingga mereka menjadi lemah, rendah dan hina dina. Dan kerjaan Yahudi dengan ibukota Darus Salam (Yerusalem).

Dan tahun 586 SM, kerajaan yahudi diserbu raja Nabukadnesar. Pada tahun 70 SM mereka berupaya melakukan pemberontakan. Justru akhirnya mereka diperbudak dan diusir dari negerinya oleh raja Romawi (Titus). Sebagian diantara mereka mengembara dan menetap di semenanjung Arabia. Diantaranya adalah tiga suku besar Yahudi yang tinggal di Yatsrib (Madinah). Yaitu bani Qainuqa, bani Nadhir dan bani Quraizhah. Di kota Madinah inilah mereka menunggu kedatangan Nabi terakhir yang diharapkan akan membantu membangkitkan kejayaan mereka kembali. Namun karena sifat iri dan dengkinya justru mereka memusuhi Rasulullah. Allah swt berfirman: “Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang Telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu” (QS. Al-Baqarah [2]Di Madinah mereka menguasai pusat-pusat ekonomi dan bisnis. Dengan kelicikannya tiada henti-hentinya mereka memprovokasi dan mengadu domba suku Aus dan Khazraj agar selalu ribut dan perang. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: - Sesungguhnya kami Ini orang Nasrani. - yang demikian itu disebabkan Karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) Karena Sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri” (QS Al-Maaidah [5]:82).

Kompetensi Yahudi

Rasulullah dan sahabatnya memiliki kompetensi yang luar biasa. Yaitu memiliki kompetensi inti yang membawa kepada kerusakan, perkelahian dan kehancuran.


1. Iri dan dengki.

Karakter dan kompetensi khas Yahudt adalah iri dan dengki. Karena itu mereka mendapat muika sesudah (mendapat) kemurkaan dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan” (QS Al Baqarah [2]:90)

Kemudian mereka, Yahudi, mendapat kemurkaan yang berlipat-ganda. Yaitu kemurkaan karena tidak beriman kepada Muhammad saw dan kemurkaan yang disebabkan perbuatan mereka dahulu, yaitu membunuh nabi, mendustakannya, merobah-robah isi Taurat dan sebagainya.

Beliau berkata, “Orang Yahudi telah memilih untuk diri mereka kafir kepada Nabi Muhammad saw, karena hasad dan iri hati. Untuk itu mereka kembali mendapat murka Allah. Atau karena kafir terhadap nabi Isa as dan kafir terhadap nabi Muhammad saw dan Al Qur’an“.

2. Membunuh dan mengusir kaumnya sendiri.

Tak terkecuali kepada para utusan Allah yang hadir di tengah-tengah mereka untuk memberikan bim-bingan dan petunjuk ke jalan yang lurus.

Musa berkata: ‘Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai peng-ganti yang lebih baik ? Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dariAllah. demikian itu (terjadi) Karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas” (QS. Al Baqarah [2]: 61)

dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan“. Al-Baqarah[2]:72).

tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembali-kan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat“. Yahudi Bani Quraizhah bersekutu dengan suku Aus, dan Yahudi dari Bani Nadhir bersekutu dengan orang-orang Khazraj. Antara suku Aus dan suku Khazraj sebetum Islam, selalu terjadi persengketaan dan peperangan yang menyebabkan Bani Quraizhah membantu Aus dan Bani Nadhir membantu orang-orang Khazraj. 3. Bakhil, pelit dan medit.

Yahudi adalah manusia yang sangat loba. Sangatcinta kepada dunia sehingga mereka ingin hidup ribuan tahun lamanya, Allah swt berfirman: “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan“. Menurut Imam Al Qurthudi dan Imam Ibnu Katsier yang dimaksud dengan mereka (hum) adalah Yahudi. Dengan demikian sangat tegas dan jelas bahwa Yahudi adalah orang-orang yang rakus, loba, pelit dan medit. Mereka menyembunyikan kebenaran. Menukar yang hak dengan yang bathil. Mengubah ayat-ayat Allah serta menju-alnya dengan harga yang murah, Allah swt berfirman: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu Mengetahui“. Di dalam ayat lain, Allah swt berfirman: “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” Allah swt berfirman: “Maka Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan“. As Suddi berkata, “Dahulu ada beberapa orang Yahudi menulis surat-surat yang dibuat sendiri, lalu dijual kepada orang Arab dan mereka berkata, ‘Itu dari kitab Allah’, untuk mendapatkan harga“.

Mereka juga terkenal sebagai makhluk yang suka berkhianat dari dulu
hingga hari ini. Contohnya mereka mengkhianati pasal 45 dan 47 Piagam Madinah yang ber-
bunyi, “Orang-orang Yahudi bekerjasama dengan kaum muslimin dalam mengumpulkan biaya perang, selama terjadi peperangan. Mereka saling tolong menolong dalam menghadapi orang-orang yang memerangi isi perjanjian“. Mereka juga berkhianat kepada nabi Musa as dan Allah swt. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling“. Tapi apa yang dilakukan Yahudi ? Saling mengusir, saling menawan, berperang dan saling membunuh diantara mereka, Allah swt berfirman: “Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, Kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya “. Pengkhianatan Yahudi itu terjadi hingga hari ini. Mereka juga terkenal sebagai provokator yang ulung. Diantaranya adalah sikap Huyayyi bin Akhtab dan Yasir bin Akhtab yang sangat dengki dengan kaum muslimin dan berusaha memurtadkan orang-orang yang telah beriman.

Belum lagi provokasi mereka dalam bentuk ejekan kepada Rasulullah, Al Qur’an dan Al Islam. Moenawar Khalil mencatat ada 25 kasus provokasi
yang dilakukan oleh para pendeta dan kaum Yahudi.

Bangsa Yahudi sebenarnya adalah bangsa pengecut, pembual dan bermulut besar. Mereka adalah penakut. Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka dan Allah Maha mengetahui siapa orang-orang yang zalim“. Yang dimaksud seorang raja disini adalah Samuil. Raja yang lurus dan mengajak bani Israil untuk mengesakan Allah swt, yaitu kembali kepada ajaran nabi Musa as serta membebaskan mereka dari penindasan orang-orang Mesir.

Tapi anehnya sebagian besar diantara mereka adalah pengecut dan hanya omong besar.

ertanyaan: Mengapa orang-orang Yahudi dan Arab/Muslim saling membenci?

Sementara mayoritas dari orang-orang Arab adalah Muslim, ada banyak orang Arab yang bukan Muslim. Selanjutnya, ada jauh lebih banyak orang-orang bukan Arab yang Muslim (di tempat-tempat seperti Indonesia dan Malaysia) dibanding dengan orang Arab yang Muslim. Kedua, adalah penting untuk mengingat bahwa tidak semua orang Arab membenci orang Yahudi, tidak semua kaum Muslim membenci orang-orang Yahudi, dan tidak semua orang Yahudi membenci orang Arab dan Muslim. Namun demikian, setelah mengatakan semua itu, secara umum orang-orang Arab dan Muslim tidak suka dan tidak percaya pada orang-orang Yahudi dan demikian pula sebaliknya.

Orang-orang Yahudi adalah keturunan dari Ishak, anak Abraham. Orang-orang Arab adalah keturunan Ismael, anak Abraham. Qur’an mengandung instruksi yang bertentangan tentang orang-orang Yahudi. Di satu pihak kaum Muslim diminta memperlakukan orang-orang Yahudi sebagai saudara, dan di sisi lain memerintahkan kaum Muslim untuk menyerang orang-orang Yahudi yang menolak untuk pindah ke agama Islam. Namun akar kepahitan antara Ishak dan Ismael dari zaman dulu ini tidak menjelaskan semua kebencian antara orang-orang Yahudi dan Arab pada zaman ini. Kenyataannya, untuk ribuan tahun dari sejarah Timur Tengah, orang-orang Yahudi dan Arab hidup bersama dalam kedamaian dan ketidakpedulian terhadap satu dengan yang lain. Setelah Perang Dunia II, ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa memberi sebagian dari tanah Israel kepada orang-orang Yahudi, tanah tsb pada waktu itu umumnya didiami oleh orang-orang Arab (orang Palestina). Kebanyakan orang Arab protes keras terhadap didudukinya tanah itu oleh orang-orang Israel. Bangsa Arab bersatu dan menyerang Israel sebagai usaha untuk menghapuskan mereka dari tanah itu, namun mereka kalah telak oleh Israel. Pada saat yang sama, kami percaya dengan teguh bahwa Israel harus berusaha berdamai dan menunjukkan hormat pada tetangga-tetangga Arab mereka. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika, mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Setelah anak  lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan, karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Yang istimewa lagi adalah : Di Isarel, merokok itu tabu! Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”.   Tetapi yang merokok, bukan orang Yahudi.

Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi.

Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk “fokus” dalam berpikir!

Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel, bahwa nekotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”.

Namun kenyataan yang ada terlihat bahwa memang banyak sekali orang yahudi yang pintar!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. Pendidikan Agama Islam | Pendidikan Sosial | Motivasi Pendidikan . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by SmartBrains . Published by Zee